28 Oktober 2009

Petualangan Anak TK di Taman Remaja

Edit Posted by with No comments
Sore tadi (28/10) jadi momen super sibuk bagi Tiara. Sejak jam setengah dua siang, dia sudah duduk manis di Salon Bu Hadi depan rumah. Pasalnya, jam tiga nanti dia mau ikut lomba pembacaan syair di Taman Remaja Surabaya. Kebetulan, dia terpilih mewakili sekolahnya, TK Mutiara Surabaya, jadi salah satu peserta dalam lomba pembacaan syair.

Sayang, rencana pelaksanaan lomba yang rencananya jam tiga molor jadi jam lima sore. Untungnya Ayah mau menemani sampai acara kelar. Ayah juga sibuk cari pinjaman kamera buat mengabadikan momen ini. Hasilnya, lihat saja.

Yang pasti, acara berjalan mulus. Dan Tia bersama beberapa kawannya, tetap menebar senyum seusai lomba. Lagi-lagi ada alasannya. "Habis lomba, aku kan mau bermain," kata Tia sok centil.

Akibatnya, Ayah yang super sibuk terpaksa membatalkan acara bersama rekan kerja dan kliennya. Diganti acara khusus ; naik mono rail dan boom-boom car di arena bermain. Hanya itu? Tentu tidak. Karena usai main boom-boom car, mereka kembali asyik berlaga di komidi putar. "Aku mau naik kuda yang cantik," kata Tia. Yah, mau apa lagi?








23 Oktober 2009

Si Bungsu, Aditya Shira Ananta

Edit Posted by with 1 comment
Syukur Alhamdulillah. Tanggal 16 Oktober 2009 jam 15.50 WIB , di RS Siti Aisyah, Jl Pacar Keling Surabaya, adiknya Tiara lahir. Panjang 50 centimeter, berat 3,5 kilogram. Bandingin dengan Tia yang dulu panjangnya 49 cm dan berat cuma 3,2 kilogram. Memang sempat ada masalah. Gara-gara infeksi dan kena penyakit kuning. Tapi sekali lagi syukur Alhamdulillah, Rabu (21/10) lalu, Aditya Shira Ananta boleh pulang ke rumah. Asyiiiik!!







05 September 2009

Jika Tia Menunggu Adik

Edit Posted by with No comments
Tiara sebentar lagi punya adik. Insya Allah 1,5 bulan lagi. Tapi yang namanya anak, waktu pendek gini bisa berarti panjang bukan kepalang. Tiap hari dia nongkrong dan mendekatkan mulut mungilnya ke perut ibu. Habis cium, bernyanyi-nyanyi kecil. Katanya, "aku nyanyi buat adik. Biar nanti dia mau nyanyi-nyanyi sama Mbak Tia".


Iya, Tia memang suka aneh kalau urusan yang satu ini. Belum apa-apa, dia sudah mulai berang kalau ada yang manggil Adik Tia. "Eee.. aku Kak Tia!". Nah... adik belum lahir sudah mulai minta dipanggil kakak.

Sama Ayah Artinya ya Ketawa Lepas

Edit Posted by with 2 comments
Kalau sudah guyon sama ayah, Tia pasti heboh. Teriak gak karuan, ketawa sampai jatuh bangun.. wuuus, super memel. Istilah apa ini? Intinya ya itu tadi, ketawa lepas, jatuh bangun, dan buntutnya, "Mimik air putih bu".

Iya, kebanyakan ketawa sampai batuk. Kadang muntah. Iiih, jijik. Hehehe. Tapi apa boleh buat. Ayahnya Tia belakangan sibuk. Gara-gara ada kawan di kantor yang sakit, menikah, dan nggak tau apalagi. Akibatnya, beberapa pekerjaan di tangani langsung oleh Superdad (ini istilah dapat gara-gara ayahe Tia dapat kaos dari Lifebuoy, hihihi).

23 Mei 2009

Lukisan untuk Ayah

Edit Posted by with 2 comments
Pulang malam, dan istriku menyambut tergopoh. "Tadi ditunggu Tia. Sekarang dia sudah tidur. Ada yang mau dipamerin," katanya. Kami bergegas ke ruang tengah, dan berdiri di whiteboard. "Tuh," kata istriku.

Di whiteboard, ada coret-coret full page. Dan yeah, rasanya memang seperti saat menerima iklan display atau advertorial fullpage. Melihat lukisan, tepatnya coretan Tia, tentang gunung, rumah, kelinci, ikan, dan kami ; aku, istriku, adik (yang masih 4,5 bulan dalam kandungan) dan Uti (neneknya Tia).

Jangan buru-buru berpikir, saya sedang kena demam 'ayah yang bangga pada polah anak'. Nggak lah. Tia, anak semata wayang kami, memang terus mengundang decak kagum bagi kami. Namanya juga anak sendiri. Tapi hari itu, kata istri saya, dia ngebut membuat lukisan di whiteboard. Seharian! "Dan dia ngebut buat dipamerin ke ayah," kata ibunya Tia.

Sedih juga. Semalaman saya menikmati coretan Tia. Semalaman. (ayahe tia)