05 September 2009

Jika Tia Menunggu Adik

Edit Posted by with No comments
Tiara sebentar lagi punya adik. Insya Allah 1,5 bulan lagi. Tapi yang namanya anak, waktu pendek gini bisa berarti panjang bukan kepalang. Tiap hari dia nongkrong dan mendekatkan mulut mungilnya ke perut ibu. Habis cium, bernyanyi-nyanyi kecil. Katanya, "aku nyanyi buat adik. Biar nanti dia mau nyanyi-nyanyi sama Mbak Tia".


Iya, Tia memang suka aneh kalau urusan yang satu ini. Belum apa-apa, dia sudah mulai berang kalau ada yang manggil Adik Tia. "Eee.. aku Kak Tia!". Nah... adik belum lahir sudah mulai minta dipanggil kakak.

Sama Ayah Artinya ya Ketawa Lepas

Edit Posted by with 2 comments
Kalau sudah guyon sama ayah, Tia pasti heboh. Teriak gak karuan, ketawa sampai jatuh bangun.. wuuus, super memel. Istilah apa ini? Intinya ya itu tadi, ketawa lepas, jatuh bangun, dan buntutnya, "Mimik air putih bu".

Iya, kebanyakan ketawa sampai batuk. Kadang muntah. Iiih, jijik. Hehehe. Tapi apa boleh buat. Ayahnya Tia belakangan sibuk. Gara-gara ada kawan di kantor yang sakit, menikah, dan nggak tau apalagi. Akibatnya, beberapa pekerjaan di tangani langsung oleh Superdad (ini istilah dapat gara-gara ayahe Tia dapat kaos dari Lifebuoy, hihihi).

23 Mei 2009

Lukisan untuk Ayah

Edit Posted by with 2 comments
Pulang malam, dan istriku menyambut tergopoh. "Tadi ditunggu Tia. Sekarang dia sudah tidur. Ada yang mau dipamerin," katanya. Kami bergegas ke ruang tengah, dan berdiri di whiteboard. "Tuh," kata istriku.

Di whiteboard, ada coret-coret full page. Dan yeah, rasanya memang seperti saat menerima iklan display atau advertorial fullpage. Melihat lukisan, tepatnya coretan Tia, tentang gunung, rumah, kelinci, ikan, dan kami ; aku, istriku, adik (yang masih 4,5 bulan dalam kandungan) dan Uti (neneknya Tia).

Jangan buru-buru berpikir, saya sedang kena demam 'ayah yang bangga pada polah anak'. Nggak lah. Tia, anak semata wayang kami, memang terus mengundang decak kagum bagi kami. Namanya juga anak sendiri. Tapi hari itu, kata istri saya, dia ngebut membuat lukisan di whiteboard. Seharian! "Dan dia ngebut buat dipamerin ke ayah," kata ibunya Tia.

Sedih juga. Semalaman saya menikmati coretan Tia. Semalaman. (ayahe tia)











11 Februari 2009

Tia dan Sony Ericsson

Edit Posted by with No comments
Ini catatan cukup lama juga. Gara-gara pas transfer data dari ponsel ke laptop beberapa waktu lalu, ternyata nemu foto-foto ini. Beberapa foto, bener-bener bikin geli. Karena usut punya usut, ada beberapa hasil jepretan Tia di sana.

Ya, waktu itu, hape ibu dan ayah ditaruh meja. Keduanya merek Sony Ericsson (wahai Sony Ericsson, baca ini, dan berbagi hape-lah dengan kami...). Nah, si Tia yang sering di-foto, diam-dia menghapal cara memotret, termasuk memotret diri sendiri.

Hasilnya? "Tia udah bisa motlet looo..." katanya sambil pamer gambar wajahnya. Hmm, iya deh...***

Ya Jalan-jalan di Magetan lah!

Edit Posted by with 1 comment
Tahun baru lalu, Tia, Ibu, Uti, and Ikung ke Magetan. Liburan gitu loh... tapi tanpa ayah. Katanya, ayah lagi sibuuuuk! Cari proyek sana-sini. Maklum, udah gak dapet gaji tetep, gak kayak dulu. Hehehe...

Biar gitu, liburan kali ini tetep seru kok. Apalagi bisa ketemu dengan saudara-saudara dari Magetan dan Jakarta. Bisa lihat Telaga Sarangan, naik kuda, ma'em sate kelinci, dan masih banyak lagi [soal Telaga Sarangan, bisa lihat di sini deh].

Nah, dari Mas Bambang, kami dapat foto-foto di Magetan ini. Lain kali, ayah wajib ikut dong. Biar makin seru. Biar ibu gak cemberut melulu... [jadi malu..]***